Berbagai Penyebab Kesemutan di Tangan

Home / All About Your Nerve / Berbagai Penyebab Kesemutan di Tangan

Kesemutan atau paresthesia adalah kondisi yang pasti dirasakan oleh semua orang. Kesemutan atau paresthesia dalam bahasa medis umumnya adalah suatu kondisi yang wajar ketika ada beberapa organ tubuh yang mengalami tekanan yang cukup lama.

Namun, jika kesemutan sangat sering terjadi disarankan untuk waspada dan segera konsultasikan ke dokter yang bersangkutan. Paresthesia dalam jangka panjang dapat disebabkan oleh beberapa hal yang berkaitan dengan kondisi tubuh. Secara umum kesemutan dibagi menjadi dua, pertama adalah paresthesia yang bersifat sementara, kedua adalah paresthesia dalam jangka panjang.

Sebenarnya, kesemutan disebabkan tidak karena suatu organ tubuh mengalami tekanan saja, banyak sekali penyebab-penyebab kesemutan khususnya pada organ tangan. Jika anda mengalami paresthesia dengan sifat sementara, anda tidak perlu khawatir karena itu adalah suatu keadaan yang normal. Namun, yang harus anda waspadai adalah ketika anda mengalami paresthesia dengan sifat yang berkepanjangan tak kunjung reda.

Pada umumnya, kesemutan disebabkan oleh adanya gangguan aliran darah sehingga penyuplaian oksigen ke otak terhambat, misalnya kesemutan pada tangan ketika tertindih oleh badan anda sendiri. Berikut ini adalah pembahasan mengenai berbagai penyebab kesemutan,

  1.     Terjepitnya saraf

Secara medis terjepitnya saraf disebut juga sebagai carpal tunnel syndrome atau CTS. Carpal tunnel syndrome atau CTS adalah kondisi penyebab jari tangan mengalami sensasi dikelitik atau kesemutan, mati rasa, bahkan nyeri.

Bagian yang paling sering terpengaruh adalah jari tengah, jempol, dan telunjuk. CTS terjai ketika saraf medianus terjepit pada terowongan yang ada di pergelangan tangan. Carpal tunnel atau lorong pada pergelangan tangan dikelilingi oleh tulang-tulang pergelangan dibagian bawah dan ligament di atasnya. Biasanya kesemutan pada tangan yang disebabkan oleh terjepitnya saraf akan dirasakan pada saat tidur.

  1.     Trauma Pasca Cedera

Trauma dapat didefinisikan sebagai cedera yang parah dan membahayakan jiwa. Trauma akan mengakibatkan tubuh mengalami shock sistemik. Misalkan bagi seseorang yang mempunyai riwayat patah tulang atau cedera, pastinya akan sering mengalami kesemutan. Secara medis, ketika tulang cedera, saraf juga pasti cedera sehingga hal ini akan memacu paresthesia atau kesemutan.

  1.     Spasmofilia atau tetani

spasmofilia dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana saraf motorik memperlihatkan sensitivitas yang tidak normal terhadap rangsangan. Spasmofilia atau tetani dikenal sebagai gangguan neurovegetatif dengan tanda suatu keadaan hiperiritatif neuromuskuler disertai dengan tanda klinis yang khas.

Salah satu penyebab spasmofilia atau tetani adalah kekurangan kalsium sehingga elektrolit dalam darah tergangu. Karena kekurangan kalsium, akan terjadi penurutnan tegangan karbondioksida dalam paru-paru. Salah satu dari gejala penyakit ini adalah kesemutan atau paresthesia. Penderita spasmofilia dapat dicegah dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalsium.

  1.     Tumor Otak

Tumor Otak merupakan adanya pertumbuhan sel yang tidak normal dalam atau sekitar organ otak. Kebanyakan kasus tumor otak menyerang orang dewasa. Gejala penderita tumor otak diantaranya adalah kesemutan.

Ketika tumornya membesar ke area otak, saraf di tubuh yang terhubung ke otak juga akan ikut terganggu sehingga menyebabkan paresthesia. Tumor otak dapat dicegah dengan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok, minum minuman keras, dan hindari paparan sinar radiasi.

  1.     Penyakit Sistemis

Penyakit sistemis merupakan penyakit gangguan pada ginjal, hati, pembuluh darah, hematologi, kanker, tumor pada saraf. Karena saraf terganggu, kesemutan dapat menjadi gejala awal penderita.

Referensi: neurobion.com

Comments

comments

Related Posts