Neuropati dan Ragam Jenisnya dalam Dunia Kesehatan

Home / Caring Your Nerve Health / Neuropati dan Ragam Jenisnya dalam Dunia Kesehatan

Neuropati adalah istilah dimana sistem saraf dalam tubuh tidak berfungsi dengan optimal oleh karena adanya kerusakan atau gangguan yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu, mulai dari salah konsumsi makanan dan minuman, jarang berolahraga, faktor genetik dan juga cedera yang tidak diinginkan.

Pada umumnya, gejala yang mendominasi adanya gangguan neuropati jenis apapun adalah kebas atau mati rasa, kesemutan, pusing, dan rasa nyeri yang dirasakan secara kontinyu. Neuropati berpotensi menyerang semua bagian tubuh manusia dan harus ditangani dengan cara yang tepat sesuai dengan jenis neuropatinya. Adapun ragam jenis neuropati dalam dunia medis adalah sebagai berikut:

  1.              Neuropati perifer

Neuropati perifer adalah jenis neuropati yang menyerang saraf perifer atau saraf yang jauh dari pusat. Ini berarti neuropati tersebut menyerang selain saraf otak dan juga saraf tulang belakang yang merupakan bagian dari saraf utama dalam tubuh. Gejala yang menjadi indikasi adanya keluhan yang satu ini adalah rasa pegal, kebas, kesemutan, dan juga ras terbakar pada jari-jari kaki dan juga tangan. Biasanya, jenis gangguan ini disebabkan oleh cedera mendadak, kurangnya konsumsi vitamin neurotropik yang didominasi oleh varian vitamin B, banyak konsumsi minuman yang kaya alkohol, adanya tekanan terus-menerus pada saraf, dan gula darah yang tinggi juga menjadi penyebab gangguan neuropati jenis ini.

  1.              Polineuropati

Salah satu jenis neuropati yang disebabkan oleh tingginya gula darah disebut dengan polineuropati. Gejalanya adalah pusing saat berdiri, susah kencing, kebas, dan nyeri di kaki.

  1.              Neuropati kranial

Neuropati kranial adalah jenis gangguan saraf yang terjadi pada saraf pendengaran. Gangguan ini terjadi sebab adanya kerusakan pada bagian saraf kranial yang berjumlah 12 buah atau saraf tulang belakang di bagian atas.

  1.              Neuropati otonom

Jenis neuropati ini berpengaruh pada sistem saraf non-sensorik atau sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom banyak bekerja di organ internal tubuh seperti pada otot kandung kemih, pengatur sirkulasi darah, keringat, pada saluran pencernaan, dan juga organ vital.

Biasanya, neuropati otonom dialami oleh pengidap diabetes baik tipe 1 atau 2 yang telah mengidap diabetes dalam rentang waktu yang lama. Gejala bagi penderita neuropati otonom adalah mual, kembung, diare di malam hari, seringkali sendawa, tekanan darah melemah, detak jantung lebih cepat, keringat mengucur berlebihan, dan sebagainya.

  1.              Mononeuropati

Jenis gangguan saraf yang satu ini juga biasa disebut dengan cedera saraf tunggal. Biasanya mononeuropati disebabkan oleh cedera yang langsung mengena ke saraf, iskemia atau gangguan suplai darah dan juga peradangan. Umumnya, gangguan ini terjadi secara mendadak dan mengenai bagian manapun pada tubuh sesuai dengan saraf yang terkena gangguan tersebut. Salah satu tipe mononeuropati adalah Bell’s Palsy dengan indikasi melemahnya saraf di salah satu bagian wajah, pandangan kabur dan jari tangan tiba-tiba melemah.

Kelima jenis neuropati diatas bisa dicegah sejak dini dan juga diantisipasi dengan melakukan berbagai aktivitas ringan seperti berjalan di atas bebatuan secara rutin setiap pagi, konsumsi makanan dan minuman yang terpilih dan menyehatkan, melakukan olahraga khusus dengan nama neuromove, menghindari alkohol dan rokok, perbanyak konsumsi vitamin neurotropik, dan juga menjaga kadar gula darah agar tetap dalam keadaan seimbang. Jika tindakan pencegahan diatas Anda lakukan secara konsisten sejak dini, maka kecil kemungkinan kelima jenis neuropati diatas akan bertandang di tubuh sehat Anda.

Comments

comments

Related Posts